Monday, 7 May 2012

Mengoreksi Teologi 'Kuli Bangunan' Pendeta Sirait yang Menyerang Al-Quran


SAMPAI saat ini, para teolog Kristen masih disibukkan dengan polemik keabsahan doktrin ketuhanan. Sampai saat ini, para pendeta belum tuntas berapologi tentang oknum dan kodrat Tuhan yang harus mereka ibadahi.

Bulan ini, Pendeta Rudy R Sirait, STh, MA, CE, berusaha membuktikan kebenaran doktrin ketuhanan Yesus dalam iman kristiani. Di majalah Narwastu Pembaruan edisi nomor 79 th 2010, ia menulis artikel berjudul “Penyangkalan Keilahian Yesus Kristus” (hlm. 48-49).

Untuk membuktikan keilahian Yesus, Pendeta Rudy Sirait mengemukakan analogi presiden dan kuli bangunan. Menurutnya, seorang presiden bisa menjadi kuli bangunan kalau dia mau, sedangkan kuli bangunan tidak akan bisa menjadi Presiden meskipun dia mau.

Dengan analogi ini, menurut Pendeta Sirait, kalau mau Allah bisa menjelma menjadi manusia. Tapi sebaliknya, manusia mustahil menjadi Allah meskipun dia mau. Sirait menulis sbb:

“Kalau seorang presiden mau menjadi kuli bangunan, mungkinkah itu dapat terjadi? Mungkin saja, kalau presiden itu mau. Tetapi kuli bangunan menjadi presiden tidak mungkin bisa, walaupun dia mau. Karena Allah berinisiatif untuk menjadi manusia, bisa saja atau mungkin saja itu dapat terjadi. Bahkan bila anda meragukan itu tidak mungkin dapat terjadi, maka anda sedang meragukan kemahakuasaan Allah. Allah menjadi manusia itu mungkin, tetapi manusia menjadi Allah itu tidak mungkin!”

Sekilas, analogi Pendeta Sirait ini memang nampak selaras dengan nas-nas Alkitab (Bibel) yang melukiskan Tuhan memiliki sifat makhluk yang bisa ditangkap dengan pancaindera. Bibel melukiskan Tuhan pernah mengerang, mengah-mengah dan megap-megap seperti perempuan yang melahirkan (Yesaya 42:13-14); Tuhan mengaum seperti singa (Hosea 11:10); Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:10); Tuhan kelihatan punggung-Nya (Keluaran 33:21-23); Tuhan bersiul-siul (Zakharia 10:8); Tuhan bersuit-suit (Yesaya 5:25-26, 7:18).
Dalam kisah pembaptisan Yesus, Allah dilukiskan seperti burung merpati turun ke sungai Yordan (Matius 3:17; Markus 1:11 dan Lukas 3:22). Menurut Perjanjian Lama, Tuhan bosan menahan marah (Yeremia 15:6); Tuhan menjadi pelupa ketika murka  (Ratapan 2:1); Tuhan mengendarai kuda (Habakuk 3:8); Tuhan pilu hati menyesali rencana-Nya (Kejadian 6:5-6, Keluaran 32:14), dll. Perhatikan kutipan ayat-ayat berikut:

“Tuhan keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membukti­kan kepahlawanan-Nya. Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau me­ngerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap” (Yesaya 42:13-14).

“Mereka akan mengikuti Tuhan, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat” (Hosea 11:10).

“Berfirmanlah Tuhan: “Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan” (Keluaran 33:21-23).

Rumusan teologi Pendeta Sirait ini sangat menggelikan jika diterapkan. Dengan alasan Tuhan Maha Kuasa, lalu diyakini bahwa Tuhan bisa menjelma menjadi manusia (dan apa saja) kalau Tuhan mau. Jika kemahakuasaan Tuhan dimaknai bahwa Tuhan bisa menjelma menjadi apa saja kalau Tuhan mau, apakah Tuhan bisa menjelma menjadi tikus, belatung, ulat, kecoak, orong-orong, nyamuk, cacing, cicak, kadal, laba-laba, tawon, kecebong, dan lain-lain kalau Tuhan mau karena Dia Maha Kuasa? Betapa rusaknya rumusan teologi ini.

Dalam pandangan Islam, teologi “kuli bangunan” buatan pendeta ini sangat batil. Memang Allah memiliki sifat “Al-Qadiir” (Maha Kuasa), tapi Allah juga memiliki sifat Maha Suci (Al-Quddus), Yang Maha Mulia (Al-Aziz), Maha Tinggi (Al-‘Aliy), Maha Besar (Al-Kabiir), Maha Bijaksana (Al-Hakiim), dsb. Dengan sifat-sifat yang maha sempurna itu, Allah menetapkan bahwa Dia tidak akan menyerupai makhluk-Nya (Laysa kamitslihi syay’un).

“Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia (Allah). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Qs. As-Syura 11).

“Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (Allah)” (Qs. Al-Ikhlash 4).
Jadi, meskipun Tuhan memiliki sifat Maha Kuasa (‘ala kulli syay’in qodiir), tapi Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Suci tidak akan melakukan hal-hal naif seperti yang dikisahkan dalam Bibel: menjadi burung merpati, mengaum seperti singa, bersuit, bersiul, pilu hati, pelupa, bosan, dsb. Subhanallahi ‘amma yashifuun. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sifatkan.

Inilah Akibatnya Jika Yesus Diimani sebagai Tuhan:
Dalam artikel “Penyangkalan Keilahian Yesus Kristus” Pendeta Rudy Sirait mengemukakan bahwa inti iman kristiani adalah iman terhadap keilahian (ketuhanan) Yesus Kristus. Karenanya, dosen beberapa Sekolah Tinggi Theologia ini menyimpulkan bahwa penolakan terhadap keilahian Yesus berarti penolakan terhadap inti iman Kristen.

Lantas Sirait mengomentari Al-Qur'an surat Al-Ikhlas yang dianggapnya sebagai penjegal doktrin keilahian Yesus. Tujuannya adalah untuk memahamkan doktrin ketuhanan Yesus kepada non Kristen, sesuai tulisannya:

“Semoga membawa berkat bagi umat Kristen dan membuka hati bagi yang non Kristen untuk mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang sejati.”

Selanjutnya, di bawah sub judul “Lam Yalid Walam Yulad,” Sirait menangkis ayat Al-Qur'an yang diklaim sebagai batu sandungan doktrin Kristen tentang ketuhanan Yesus. Ia menulis:

“Penyangkalan terhadap keilahian Yesus kerap kali dipakai melalui referensi Al-Qur'an, khususnya dalam Al-Qur'an Al-Ikhlas 112:3 yang menyatakan bahwa, “Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.”
 Seseorang yang membaca Al-Qur'an secara saksama tidak akan mengartikan salah tentang maksud ayat ini. Istilah “Anak Allah” jangan diartikan anak jasmani tetapi haruslah dipahami secara kiasan. Bukankah seorang murid memanggil gurunya dengan sebutan Bapak? Apakah gurunya itu adalah bapak kandungnya? Tentulah tidak! Kita sering mendengar istilah anak kunci, bukan? Bila ada anak kunci, apakah ada bapak kunci?”

Pendeta Sirait terlalu ceroboh membaca Al-Qur'an. Ayat tersebut tidak secara spesifik menyangkal doktrin Kristen, tapi menolak semua paham kafir yang meyakini Tuhan mempunyai Anak, baik anak secara kiasan maupun secara harfiah (anak biologis). Hanya orang kafir saja yang meyakini Tuhan punya anak:

“Orang-orang kafir berkata: "Allah mempunyai anak." Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah…” (Qs. Al-Baqarah 116).

Ketika berusaha meyakinkan umat Islam agar mengimani ketuhanan Yesus, Pendeta Sirait mengemukakan doktrin Trinitas:

“Pertama-tama kita harus menyadari bahwa ajaran Kristen tentang pribadi Yesus tidak terlepas dari paham Tritunggal, yaitu: keberadaan Allah yang satu dalam substansi dan tiga dalam Pribadi (keesa-jamakan). Hal ini dikarenakan Sang Firman (anak) ialah Pribadi kedua dari Tritunggal (Yoh 1:1; 10:30) yang menjelma atau mengambil rupa manusia (Yoh 1:14; Flp 2:6-11), demi perwujudan keselamatan bagi manusia berdosa (Ef 1:7).”
Kepalsuan doktrin Trinitas sudah sering dijelaskan oleh ilmuwan Muslim, bahkan diakui oleh para teologi Kristen sendiri. Intinya, Trinitas bukan ajaran Yesus karena tak satu ayat pun yang menyatakan bahwa Yesus mengajarkan doktrin Trinitas. Satu-satunya ayat Trinitas, yaitu kitab 1 Yohanes 5:7-8, diakui kepalsuannya oleh para teolog Kristen.

William Barclay –teolog terkemuka asal Skotlandia yang dikukuhkan menjadi Gurubesar dalam bidang Biblical Criticism tahun 1969– bisa menunjukkan asal-usul kepalsuan ayat Trinitas itu. Dengan data-data yang valid, di­bukti­kannya bahwa orang pertama yang mengutip ayat itu adalah Priscillian, seorang bidat asal Spanyol yang meninggal tahun 385. Sisipan teks ayat itu berasal dari komentar atau catatan pada margin Alkitab yang dimasukkan secara resmi ke dalam Alkitab karena dianggap mendukung doktrin Trinitas (William Barclay, The Daily Bible Study: the Epistles of John and Jude, [edisi Indonesia: Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat-surat Yohanes dan Yudas], hlm. 185-187).
 
Ketiadaan ayat Trinitas ini lebih dari cukup untuk mempertanyakan keabsahan doktrin Trinitas. Kenapa tak satu ayat pun kitab suci yang menyatakan doktrin Trinitas, padahal akidah adalah ajaran terpenting dalam sebuah agama? Sementara cerita biasa tentang Yesus naik keledai saja diceritakan dalam empat Injil (Matius 21:7, Markus 11:7, Lukas 19:35, Yohanes 12:14).  Padahal kisah Yesus kelaparan lalu marah-marah dan emosional karena tidak mendapatkan makanan, dimuat dalam dua Injil (Markus 11:12-14 & Matius 21:18-19).
Apologi andalan Pendeta Sirait untuk mempertahankan doktrin keilahian Yesus adalah adi kodrati Yesus. Menurutnya, Yesus disebut Tuhan karena dalam pribadinya memiliki dua kodrat sekaligus, yaitu kodrat Ilahi dan kodrat Insani. Ia menulis:

“Yesus  adalah satu pribadi yang memiliki dua kodrat, yaitu Ilahi dan Insani. Kedua kodrat itu sama sekali tidak terpisah dan tidak terbagi, tidak bercampur dan tidak berubah. Yesus adalah Allah sejati (100% Allah) dan manusia sejati (100% manusia).”

Apologi ini justru menimbulkan masalah dan pertanyaan yang tak terjawab: mana sabda Yesus dalam Bibel yang menyebutkan “Yesus  100% Tuhan dan 100% manusia?”

Secara Alkitabiah, apologi Sirait itu sulit diterapkan. Alkitab banyak menceritakan perjalanan Yesus dari kelahiran hingga akhir hayatnya, misalnya:

“Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes” (Matius 2:1).

“Dan ketika genap delapan hari dan Yesus harus disunatkan” (Lukas 2:21).

“Maka menangislah Yesus” (Yohanes 11:35).

“Kemudian iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan dia di bubungan” (Matius 4:5).

“Dan Yesus akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh” (Markus 10:34).

“Ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Yesus telah mati” (Yohanes 19:33).

Jika apologi Pendeta Sirait bahwa “Yesus adalah Allah yang sejati” itu diterapkan, maka nama “Yesus” pada ayat di atas bisa diganti dengan nama “Allah.” Mari kita coba:

“Allah dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes” (Matius 2:1).

“Dan ketika genap delapan hari dan Allah harus disunatkan” (Lukas 2:21).

“Maka menangislah Allah” (Yohanes 11:35).

“Kemudian iblis membawa Allah ke Kota Suci dan menempatkan dia di bubungan” (Matius 4:5).

“Dan Allah akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh” (Markus 10:34).
“Ketika mereka sampai kepada Allah dan melihat bahwa Allah telah mati” (Yohanes 19:33).
Keyakinan bahwa Yesus adalah Allah sejati, otomatis melahirkan konsekuensi iman bahwa Allah adalah oknum yang dilahirkan, disunat, menangis, dicobai iblis, diolok-olok, diludahi, dan dibunuh hingga mati secara tragis. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Subhanallohi ‘amma yusyrikuun! [a ahmad Hizbullah/suara islam]
»»  Continue Read . . . . .

Thursday, 3 May 2012

Pengorbanan PRIA yang Kadang Tidak disadari WANITA


Kehidupan selalu memberi kita pilihan, baik-buruk, benar-salah, kaya-miskin, cakep-jelek. dibalik itu semua Tuhan sudah memberikan masing-masing kekurangan dan kelebihan. satu hal yang dilakukan seseorang dengan kekurangannya adalah berusaha semaksimal mungkin untuk cukup dan bisa. berikut adalah contoh kecil tentang pengorbanan seorang PRIA yang kadang tidak diketahui WANITA :

1. Seorang anak laki – laki, dengan uang jajan seadanya.. diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah.. Kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya?  

Dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan – jalan di hari minggu nanti.., mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan… Lalu ketika hari minggu yang dimaksud, engkau jawab : ” Duh,.. sori ni kayaknya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya diajakin keluarga pegi… maaf “ Dah, kamu dah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan tu anak laki – laki.. Mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama temannya, karna mereka itu jantan! Mereka selalu menyimpan perasaannya seorang diri.

2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda 4.
Ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan..
Ketika engkau mau d ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor..

Lalu engkau menjawab
” duh rambut gw rusak nih,…”
” duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi… panas tau “
” duhhhh, debu, panas… laen kali aja deh ya ? “
mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,.. tapi percaya lah.. hati mereka sakit..

3. Ketika sudah berkeluarga,… anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan.

tau pepatah ini gak?
” Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam “
Di benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup,..
kalo perlu gak makan, ato sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang,.. jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..

4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian tau.

” Mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU “
»»  Continue Read . . . . .

Ter'Untukmu Cintaku Yang Jauh


Sekali waktu
Aku tahu kau tak memahamiku
Sekali waktu
Aku tahu kau tak mampu mengerti aku
Sekali waktu kau tak mempercayaiku
Sekali waktu kau meragukanku

Tapi bagaimana aku memberitahumu
Betapa beberapa hari ini kau kian memikat hatiku
Betapa kau menahanku untuk tak beranjak mendamba yang lain
Kau sudah dihatiku
Sudah pula di ingatanku
Tapi apa dayaku ???
Kalau saja aku bisa memberitahukan padamu
Betapa aku benar jatuh cinta padamu

Saat aku kau panggil sayank
Saat aku kau bawa jauh ke duniamu
Detik itu aku jatuh cinta
Tapi apa dayaku ??

Nanti . . . Tetaplah bersamaku
Dan akan aku beritahu'mu . . . Tentang seberapa lekat kau di hatiku
Nanti . . . Tetaplah mengasihiku
Dan aku akan buktikan padamu, aku jauh lebih menyayangimu
"Biar sepenat rindu basah di kalbu jiwaku
Biar setitik cinta perlahan bersamaku
Untuk menantimu . . . menantimu . . . dan menjumpaimu"
»»  Continue Read . . . . .

Tuesday, 1 May 2012

Celine Leduc : Hanya Satu Kebenaran Yakni Islam


Celine Leduc: Hanya Satu Kebenaran Yakni Islam
Mualaf (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MONTREAL -- Celine Leduc butuh waktu puluhan tahun untuk menemukan Islam. Ia telusuri kebenaran itu dengan mempelajari seluruh agama di dunia. Namun, hanya satu kebenaran yang ia dapat, yakni kebenaran dalam Islam.

"Aku lahir dan besar dalam keluarga Katholik. Namun, aku tidak setuju bahwa Yesus adalah anak Allaha atau ia adalah seorang Tuhan. Aku malah menyimpulkan Yesus tak ubahnya seorang Rabbi, karena ia seorang Yahudi yang belajar dan memiliki guru," kata dia.

Sebabnya, Celine mendalami agama Yahudi dengan mengkaji lebih dalam kitab suci Taurat. Ia pelajari hukum Koshier, bagaimana cara memasak dan mempelajari aturan sebagai seorang wanita. "Meski Yahudi bukanlah jawaban atas kebenaran yang saya cari. Namun, konsep pemahamanku tentang ketuhanan, aku dapat dari agama ini," kenang dia.

Celine mengakui konsep ketuhanan Yahudi diterima logika. Mereka mendeskripsikan Tuhan sebagai sosok yang tidak terlihat dan tidak diketahui. Namun, dirinya tidak mengerti ajaran Yahudi meski konsep kesetaraan laki-laki dan perempuan diatur dengan jelas. "Sebabnya, aku menghormati mereka meski tidak dengan metode yang mereka pakai," kata dia.

Pada 1990 silam, pencarian Celine terus berlanjut. Saat itu, terjadi peperangan antara Kanada dengan Indian. Celine mendampingi warga Indian selama lima tahun. Saat peristiwa itu terjadi, Celine seolah diberikan dua pilihan yakni jalan Tuhan atau Manusia. "Saya pun membuat komitmen untuk memilih jalan Tuhan. Aku akan melayani-Nya dan menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk menyebarkan pesan-pesan kebenaran," kata dia.

Komitmen itu selanjutnya tertanam dalam diri Celine. Dalam pergaulannya yang luas, dimana ia sering bertemu dengan orang Yahudi, Kristen dan Islam. Celine secara tidak sadar berada di jalur yang benar menuju Islam. Ketika Celine, berusia 25 tahun, ia jatuh cinta dengan seorang pemuda Yahudi di Irak.

Tak lama, terjadi perang antara Israel dan Lebanon. Saat itu, ia mengikat janji pernikahan dengan kekasihnya itu. Sayangnya, pemuda yang ia cintai tewas. Selama bertahun-tahun, rasa sakit terpendam dalam dirinya. Saat itulah, Celine bertemu dengan seorang perempuan asal Lebanon. Ia seorang Muslim.

"Kami akrab. Banyak hal yang kami ceritakan. Ia pun berkaca-kaca mendengar kisahku ini. Semenjak itu, ia membantu saya menyembuhkan hati yang sakit," kisahnya.

Pada 1995, ada kontroversi di Montreal terkait larangan mengenakan jilbab. Celine memutuskan untuk mendokumentasikan kejadian ini. Berbekal pengalaman menjadi penyiar radio selama empat tahun, Celine mencari narasumber terkait masalah pelarangan tersebut. Ia pun bertemu dengan narasumber seorang perempuan yang ramah dan baik hati. Perempuan itu berasal dari Irak. Saat itulah, perempuan Irak tersebut memaparkan bagaimana pentingnya jilbab dan arti jilbab baginya.

"Yang mengejutkanku adalah komitmen perempuan ini kepada Allah begitu besar. Aku sangat terkesan dengan kejujuran dan kebaikan hatinya," ungkap dia.

"Ia dengan ramah menjelaskan kepadaku apa itu Islam. Lalu ia paparkan konsep 'Tiada Tuhan Selain Allah, Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah'. Ia juga menceritakan tentang Yesus dan ibunya Maryam. Yang membuatku heran, bagaimana ia tahu soal itu," kata dia heran.

Selama sebulan, Celine terus berinteraksi dengan perempuan itu. Pemahamannya tentang Islam maju pesat. Tanpa sadar fondasi keislaman Celine mulai terbentuk pula. Hingga pada akhirnya, Celine mengucapakan dua kalimat syahadat dihadapan sahabatnya itu. "Alhamdulillah, aku menemukan apa yang dicari selama ini. Pencarian tentang kebenaran hakiki," tuntas dia.



Redaktur: Karta Raharja Ucu
Reporter: Agung Sasongko
»»  Continue Read . . . . .